Manusia Ramadhan


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Ramadhan datang, umat senang.  Jalanan riuh, masjid pun penuh. Untuk ke sekian kalinya bulan nan suci itu datang berkunjung. Tak salah memang jika ia disebut bulan penuh berkah.  Manusia menyambutnya dengan suka cita. Lapar dan dahaga justru menjadi hikmah. Perut kosong maka darah mengalir deras ke kepala, membuat pemiliknya berpikir lebih leluasa. Rasa lapar juga ajang bagi manusia melatih empati atas sesamanya yang kekurangan.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Masjid Kampus UGM, Sebuah Hikayat dan Ruang Bagi Perbaikan.

Bernama asli Masjid Jamaah Shalahuddin, namun ia lebih dikenal dengan Masjid Kampus (Maskam) UGM, merujuk pada lokasinya yang berada di tengah-tengah kompleks Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ia dibangun dalam rangka memperingati ulang tahun ke 50 institusi pendidikan tinggi tersebut yang jatuh pada tahun 1999. Tempat ibadah ini sendiri mulai dibangun pada 21 Mei 1998, tepat ketika Presiden Soeharto turun dari jabatannya setelah mendapatkan tekanan hebat dari dalam negeri atas krisis yang melanda Indonesia.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Lawatan Ke Bumi Pandhalungan (bag. 2)

 Sebelumnya di bagian 1

Suatu malam saya menyambangi salah satu hajatan seni di Desa Tanjungrejo. Pertunjukan ludruk tengah berlangsung namun tak seperti ludruk khas Jawa Timur umumnya.  Beberapa yang mencolok yaitu dendang dimainkan memakai dua jenis alat musik gamelan Jawa dan thong-thong ala Madura. Keduanya menelurkan musik yang lebih rancak. Belum lagi penggunaan dua bahasa Jawa dan Madura. Tiba-tiba saya menapak tilas kenangan saat pertama kali melawat ke kabupaten tapal kuda ini beberapa tahun silam. Kala itu saya pikir kota tembakau ini sama seperti daerah lain di Jawa Timur yang didominasi suku Jawa. Maka saya begitu terperangah saat bersua begitu banyak orang Madura di Jember.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Lawatan Ke Bumi Pandhalungan (bag. 1)

Saya tengah berkelebat di daerah Sumuran sambil mencuplik kenangan setahun silam. Kala itu di lokasi yang sama bau wangi memenuhi relung hidung dan memaksa saya melambatkan laju roda dua demi menikmatinya lebih lama. Semerbak tersebut berhulu dari deretan gudang pengeringan daun tembakau yang berjajar di sepanjang jalan. Tak sulit menemukan bangunan besar memanjang yang terbuat dari bambu dan kayu itu di pinggiran Jember. Nampak pula iringan truk dan mobil bak terbuka hilir mudik keluar masuk area gudang pengeringan. Hingar.

Menantang Diri Sendiri : Momen Terbaik 2016

Setelah beberapa waktu, tantangan sesungguhnya dalam berkarya secara mandiri baru terasa di  2016. Nir atasan atau bawahan, menciptakan tantangan bagi pribadi adalah tantangan itu sendiri. Beberapa kali saya merasakan hidup dalam garis datar, tiada tanjakan, turunan, atau bahkan belokan. Ketika garis datar itu terasa artinya lonceng waspada telah berbunyi. Sejumlah agenda perjalanan maupun mencari ilmu yang sudah direncanakan juga belum terwujud. Tahun yang keras, sungguh. Namun demikian sejumlah foto yang menggambarkan momen terbaik di 2016 tetap tersaji.

Eduwisata Kopi dan Kakao Di CCSTP Puslitkoka

Area perkebunan karet yang rimbun langsung menyapa. Tak lama deretan rapi pohon mahoni di sepanjang jalan tak luput menyambut. Seketika udara sejuk merasuk mengusir hawa panas khas daerah dataran rendah. Tempat ini berada sekitar 20 kilometer barat daya dari pusat kota dapat digapai setelah berkendara selama kurang lebih empat puluh lima menit. Berada di tengah alam pedesaan, destinasi ini menarik bagi pengunjung yang sekedar ingin merasakan udara segar atau dengan tujuan lebih serius sesuai namanya. Coffee and Cacao Science Techno Park (CCSTP), lebih dikenal dengan instansi penaungnya Puslitkoka alias Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, menjadi daftar tujuan rekreasi baru di wilayah Kabupaten Jember tepatnya Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji.

Kampong Blangkon Serengan, At Glance (Secuplik Tentang Kampung Blangkon Serengan)

Serengan Quarter located on south side of city of Solo, Central Java,  might not as popular as other urban settlement such as Kauman or Laweyan. However, the narrow alleys and crowded houses presents an interesting story. The dense region is known as Kampong Blangkon, a nickname for place-based community which many of the resident make a living as blangkon artisan. Blangkon is traditional javanese headdress worn by men and made of batik fabric.

Gula Dan Kenangannya Yang Tak Lagi Manis

Sangat mudah menemukannya. Terbaring di tepi akses utama antara kota Solo dan Yogyakarta tepatnya Jalan Raya Yogya-Solo Km 25, Klaten, setiap orang yang berkendara antar dua kota tersebut pasti melewati. Banyak yang menyebutnya museum gula Gondang karena berada satu komplek dengan Pabrik Gula Gondang Baru yang dulu bernama Gondang Winangoen. Suiker fabriek yang dibangun tahun 1860 ini sendiri masih berproduksi walau terengah-engah.