Sejumput Kisah Negeri Daun Emas (bag. 1)

Siang itu angin semilir membelai lembut wajah kala saya melintas aspal antara Kalisat dan Mayang. Roda dua melaju lambat dan helm sengaja dilepas demi khusyuk menghirup semerbak wangi yang mengudara. Harum itu berasal dari daun tembakau yang dijemur di banyak halaman rumah. “Mungkin di Jember dulu lapangan dibuat bukan untuk bermain bola tapi menjemur tembakau ya. Haha,”

Festival Egrang, Membangun Indonesia Dari Pinggiran

Wawan tampak sedikit tegang. Ia sudah biasa bermain egrang tapi kali ini sama sekali berbeda. Hari itu adalah kedua kali ia menaiki tongkat bambu yang sangat tinggi, 2 meter tepatnya. Namun ditonton banyak orang adalah tantangan utamanya. Rasa tak nyaman memuncak ketika giliran kelompoknya berada di performance area.

Taman Tino Sidin, Mengenang Sang Maestro (Guru) Lukis.

“Ya, bagus”, seru lelaki bertopi baret itu kepada beberapa anak yang sedang melukis. ”Jangan takut. Teruskan saja”, lanjutnya. Kalimat ini tak asing bagi mereka yang mengalami masa kecil di era 1970-1990an. Tayangan televisi berdurasi setengah jam tersebut seolah menjadi tontonan wajib anak-anak di masa itu. Saat itulah seminggu sekali anak-anak duduk manis ndomblong di depan layar kaca.

Destinasi Pelesir Kondang Negeri Ginseng 2017

Bukan rahasia lagi sebuah film atau tayangan layar kaca berperan tak sepele dalam promosi wisata satu tempat yang menjadi lokasi suting tayangan tersebut. Sebut saja dua drama korea populer di 2017 ini Descendant of The Sun dan Goblin (Guardian: The Lonely and Great God) yang turut menjunjung pamor sejumlah tempat di Korea Selatan dan menjadi tren turisme negeri ginseng tersebut. Mari intip beberapa di antaranya.