Imaji Wakatobi Yang Tak Melulu Bahari (bag.2)

Sebelumnya

Saya beralih makin ke utara, Pulau Kaledupa lebih berbukit dan subur. Tanaman dan pohon tinggi mudah dijumpai. Rasanya tak seperti di dataran rendah. Mungkin ini yang menjadikan Kaledupa sebagai pusat peradaban Wakatobi di masa lalu saat bernama Barata Kahedupa yang termasuk wilayah kekuasaan Kesultanan Buton. Tak heran pula hampir semua rumah-rumah di sini masih mengikuti tradisi dengan bentuk panggung.

Imaji Wakatobi Yang Tak Melulu Bahari (bag.1)

Terdamparnya seekor ikan paus dengan perut penuh sampah plastik menjadi sorotan. Kesadaran lingkungan hanya sebagian dari tantangan besar yang perlu segera diretas pionir wisata selam di Indonesia ini dalam upaya bangkit. Terlalu lama Wakatobi menyandarkan pada laut membuat daratannya seolah tak terjamah sementara beragam pesona di atasnya menunggu tuk dilirik. Label destinasi wisata prioritas yang disematkan pada awal 2018 bak dua mata sisi pisau. Perbaikan atau keterlenaan.

Jembatan Duwet, Sang Titian Berbalut Sejarah Dan Wisata.

Jembatan Duwet atau Kretek Duwet mungkin kurang kondang. Namun demikian ia telah lama memudahkan aktifitas ekonomi antar dua wilayah yang dibatasi oleh Sungai Progo. Lebih dari itu faktor sejarah dan struktur gantungnya menjadi daya tarik tersendiri. Bukan hanya untuk berswafoto semata, namun mengenang kembali suatu masa ketika republik ini tengah dilahirkan.

Sejenak Tilik Pembuatan Mie Lethek

Pernah tutup karena kalah bersaing dengan mie instan, pembuatan mie lethek yang masih tradisional ini kembali bangkit. Digemari tokoh kondang macam SBY dan Obama, serta didukung naiknya tren makanan organik dan faktor sejarah, pabrik bahan kuliner khas Yogyakarta itu mencoba mereguk kembali kejayaan. Proses produksi yang masih konvensional menjadi salah satu tantangan walau itu justru menarik bagi sejumlah kalangan.

Menyibak Sisi Kehidupan Melalui Environmental Portrait

Coba perhatikan foto-foto di halaman ini. Saya menghasilkan potret-potret tersebut dalam rangka penugasan dari klien maupun project pribadi. Harusnya anda bisa dengan mudah menebak apa profesi subyek dalam foto tersebut. Sekarang coba bandingkan jika foto tersebut diambil di sebuah studio foto dengan latar polos atau foto pemandangan artifisial layaknya foto-foto wisuda. Apakah anda masih bisa dengan mudah mengetahui pekerjaan si subyek foto? Nah, foto-foto ini bisa disebut sebagai environmental portrait.

Museum Multatuli, Dari Lebak Untuk Dunia

Rumah yang dibangun tahun 1923 tersebut terletak persis di muka Alun-Alun Rangkasbitung, Lebak, Banten. Pepohonan rindang di halaman depan membuat siapa pun betah duduk berlama-lama terutama kala panas siang menyengat. Bangunan kolonial sekaligus cagar budaya itu sesungguhnya adalah bekas tempat tinggal Wedana RangkasbitungĀ yang kini beralih fungsi menjadi Museum Multatuli.

Cerita Tentang Kopi Dan Kereta

Pagi itu jam menunjukkan delapan kurang lima belas saat kereta Malioboro Ekspress beranjak meninggalkan Stasiun Yogyakarta menuju tujuan terakhir Stasiun Malang. Selain penumpang dan petugas kereta, ada dua orang lain yang berada dalam perjalanan itu. Mereka bukanlah penumpang biasa melainkan dua orang barista yang bertugas meracik minuman kopi kepada para penumpang secara gratis.