Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Sejenak Tilik Pembuatan Mie Lethek

Pernah tutup karena kalah bersaing dengan mie instan, pembuatan mie lethek yang masih tradisional ini kembali bangkit. Digemari tokoh kondang macam SBY dan Obama, serta didukung naiknya tren makanan organik dan faktor sejarah, pabrik bahan kuliner khas Yogyakarta itu mencoba mereguk kembali kejayaan. Proses produksi yang masih konvensional menjadi salah satu tantangan walau itu justru menarik bagi sejumlah kalangan.

Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Menyibak Sisi Kehidupan Seseorang Melalui Environmental Portrait

Coba perhatikan foto-foto di halaman ini. Saya menghasilkan potret-potret tersebut dalam rangka penugasan dari klien maupun project pribadi. Harusnya anda bisa dengan mudah menebak apa profesi subyek dalam foto tersebut. Sekarang coba bandingkan jika foto tersebut diambil di sebuah studio foto dengan latar polos atau foto pemandangan artifisial layaknya foto-foto wisuda. Apakah anda masih bisa dengan mudah mengetahui pekerjaan si subyek foto? Nah, foto-foto ini bisa disebut sebagai environmental portrait.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Museum Multatuli, Dari Lebak Untuk Dunia

Rumah yang dibangun tahun 1923 tersebut terletak persis di muka Alun-Alun Rangkasbitung, Lebak, Banten. Pepohonan rindang di halaman depan membuat siapa pun betah duduk berlama-lama terutama kala panas siang menyengat. Bangunan kolonial sekaligus cagar budaya itu sesungguhnya adalah bekas tempat tinggal Wedana Rangkasbitung yang kini beralih fungsi menjadi Museum Multatuli.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Sejumput Kisah Negeri Daun Emas (bag. 2)

Sebelumnya: Sejumput Kisah Negeri Daun Emas (bag. 1)

Kahar Muzakir mungkin adalah sosok yang paling mafhum perkara tembakau Jember. Saya sempat bersua sesaat di pabrik cerutu miliknya di Jubung. Ia masih tampak gesit untuk ukuran usia 80 tahun. Suara berat dan gaya bicaranya menyiratkan pengalaman dan pengaruhnya yang besar.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Sejumput Kisah Negeri Daun Emas (bag. 1)

Siang itu angin semilir membelai lembut wajah kala saya melintas aspal antara Kalisat dan Mayang. Roda dua melaju lambat dan helm sengaja dilepas demi khusyuk menghirup semerbak wangi yang mengudara. Harum itu berasal dari daun tembakau yang dijemur di banyak halaman rumah. “Mungkin di Jember dulu lapangan dibuat bukan untuk bermain bola tapi menjemur tembakau ya. Haha,”


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Festival Egrang, Membangun Indonesia Dari Pinggiran

Wawan tampak sedikit tegang. Ia sudah biasa bermain egrang tapi kali ini sama sekali berbeda. Hari itu adalah kedua kali ia menaiki tongkat bambu yang sangat tinggi, 2 meter tepatnya. Namun ditonton banyak orang adalah tantangan utamanya. Rasa tak nyaman memuncak ketika giliran kelompoknya berada di performance area.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Limun Oriental, Setitik Asa Legenda Rasa Melawan Masa

Rumah bergaya campuran Belanda-Tiongkok itu terbaring di Jalan Rajawali Utara. Tepatnya di belakang Rumah Tahanan Lodjie yang dulunya merupakan benteng karya Belanda bernama Fort Peccalongan. Keduanya masih berada di wilayah Jetayu alias kota lama Pekalongan, Jawa Tengah.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Taman Tino Sidin, Mengenang Sang Maestro (Guru) Lukis.

“Ya, bagus”, seru lelaki bertopi baret itu kepada beberapa anak yang sedang melukis. ”Jangan takut. Teruskan saja”, lanjutnya. Kalimat ini tak asing bagi mereka yang mengalami masa kecil di era 1970-1990an. Tayangan televisi berdurasi setengah jam tersebut seolah menjadi tontonan wajib anak-anak di masa itu. Saat itulah seminggu sekali anak-anak duduk manis ndomblong di depan layar kaca.