Stupefied in Rinjani (Terlena Di Rinjani)

It’s so crowded. Understandably it’s a long holiday. It didn’t take for long to me to feel the effect. It’s a little bit uncomfortable for being unable to fully control my walking speed. Too many people in front. Instead of chasing our porters, Hasan and Udin, I have even more left behind. Their speed is no match for me whereas they only wear flip-flop with a pair of twenty kilos basket in their shoulder for each person. Mean while Sari, Sisil, Fanani, Ferhat had their selfie time behind and Apoy already up in front. Fortunately, I was fascinated by the beautiful scenery along the way. Rinjani is so pretty. An exotic view outspread along the hiking trail from Sembalun. A vast grassland stretched decorated with a few numbers of stand alone tree. I wish they can talk maybe those trees will mourn lonely. The nature also shows it’s carving art in form of fractures, faults, cliffs, water stream, and sort of vertical holes which makes it more astonishing. At the top end there the crown lies with all its glory, the peak of 3726 ASL of Rinjani. Sometimes we spent so much time when taking a break just to realize how majestic it is. We’re mesmerized.

Menaklukkan Diri Di Tanah Tertinggi Jawa

Sama seperti manusia, setiap perjalanan itu unik. Ia menimbulkan kesan yang berbeda bagi pelakunya. Bisa karena destinasinya, pemandangannya, orang-orangnya atau berbagai peristiwa yang mengiringinya. Namun bagi Saya perjalanan menuju tanah tertinggi Jawa kali ini berkesan kuat karena perjuangannya. Ini adalah perjalanan kedua Saya setelah tahun lalu antiklimaks, gagal ke puncak. Saatnya membayar hutang.

Gede 2958, Di Atas Awan Kita Kan Menang

Gunung Gede dengan ketinggian 2958 mdpl mungkin gunung di Jawa yang paling ramai dikunjungi baik wisatawan biasa atau pecinta aktifitas mendaki gunung. Maklum saja, bersama si tetangga Gunung Pangrango, mereka adalah gunung terdekat dari ibukota Jakarta. Tapi jujur saja, Saya kurang suka dengan rute trekkingnya. Selain minim pemandangan, di awal rute medannya bebatuan yang dipasang secara sengaja oleh pengelola. Maksudnya sih baik, supaya gak becek ketika hujan. Tapi karena permukaannya tidak rata justru bikin sakit kaki, terutama saat turun. Itu rute dari Cibodas. Saya belum tahu kalo rute dari Gunung Putri atau Selabintana.