Manisnya Gula Semut Itu Bernama Semedo

Semedo, Kisah Manis Gula Semut

Semedo, desa kecil yang tengah riuh dalam suasananya yang sejuk nan adem ayem. Biangnya, roda ekonomi yang berputar kencang berkat gula kristal merah alias gula semut. Padahal lima tahun lalu para penyadap nira di Semedo menjual hasil sadapan pohon kelapa itu dengan harga hampir dua kali lebih rendah. Perubahan itu datang dari seorang pemuda lokal yang saat itu bahkan belum bisa membuktikan apa-apa.

Kampong Blangkon Serengan, At Glance (Secuplik Tentang Kampung Blangkon Serengan)

Serengan Quarter located on south side of city of Solo, Central Java,  might not as popular as other urban settlement such as Kauman or Laweyan. However, the narrow alleys and crowded houses presents an interesting story. The dense region is known as Kampong Blangkon, a nickname for place-based community which many of the resident make a living as blangkon artisan. Blangkon is traditional javanese headdress worn by men and made of batik fabric.

Gula Dan Kenangannya Yang Tak Lagi Manis

Gula Dan Kenangannya Yang Tak Lagi Manis

Sangat mudah menemukannya. Terbaring di tepi akses utama antara kota Solo dan Yogyakarta tepatnya Jalan Raya Yogya-Solo Km 25, Klaten, setiap orang yang berkendara antar dua kota tersebut pasti melewati. Banyak yang menyebutnya museum gula Gondang karena berada satu komplek dengan Pabrik Gula Gondang Baru yang dulu bernama Gondang Winangoen. Suiker fabriek yang dibangun tahun 1860 ini sendiri masih berproduksi walau terengah-engah.