Manusia Ramadhan

Ramadhan datang, umat senang.  Jalanan riuh, masjid pun penuh. Untuk ke sekian kalinya bulan nan suci itu datang berkunjung. Tak salah memang jika ia disebut bulan penuh berkah.  Manusia menyambutnya dengan suka cita. Lapar dan dahaga justru menjadi hikmah. Perut kosong maka darah mengalir deras ke kepala, membuat pemiliknya berpikir lebih leluasa. Rasa lapar juga ajang bagi manusia melatih empati atas sesamanya yang kekurangan.

Masjid Kampus UGM, Sebuah Hikayat dan Ruang Bagi Perbaikan.

Bernama asli Masjid Jamaah Shalahuddin, namun ia lebih dikenal dengan Masjid Kampus (Maskam) UGM, merujuk pada lokasinya yang berada di tengah-tengah kompleks Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ia dibangun dalam rangka memperingati ulang tahun ke 50 institusi pendidikan tinggi tersebut yang jatuh pada tahun 1999. Tempat ibadah ini sendiri mulai dibangun pada 21 Mei 1998, tepat ketika Presiden Soeharto turun dari jabatannya setelah mendapatkan tekanan hebat dari dalam negeri atas krisis yang melanda Indonesia.

Mengetuk Pintu Laweyan

Laweyan adalah batik. Konotasi itu telah terbangun sejak lama. Apalagi selepas daerah yang berada di tepi Kota Solo itu resmi bertajuk Kampoeng Wisata Batik pada 2004. Namun seorang teman asal Solo, Halim Santoso meyakinkan saya bahwa Laweyan lebih dari sekedar batik. Sebuah bujukan tersamar. Ditemani Halim, saya pun menjajal membuktikan lisannya itu. Di luar perkiraan. Alih-alih banyak orang atau kendaraan berseliweran, kampung ini lengang untuk ukuran tempat wisata padahal saat itu hari minggu.

The Corners of The Independence (Sudut-Sudut Kemerdekaan)

One of the icons of the city of Jakarta and the largest mosque in South East Asia both in structure and capacity at the same time. Stands out with its 45 meters diameter dome, supported by 12 huge columns, has 4 levels of balcony, the mosque able to accomodate congregation up to 120.000 people. Designed in 1954 by a christian architect from North Sumatra, Frederich Silaban, and innagurated in 1978. Istiqlal itself is located right across the Cathedral Church. Istiqlal meaning “independence” is a reminder of Indonesia’s struggle for national independence as well as a symbol of religious tolerance.

The Grand Mosque Kauman. Between art, culture & spiritual (Antara Seni, Budaya & Agama)

Originally named Mosque of Kagungan Dalem Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, the worship place was built in 1773 by Sri Sultan Hamengkubuwono I as the first sultan (king) of the Sultanate of Mataram Yogyakarta with Kyai Faqih Ibrahim as the first headman of the palace and with the help of Kyai Wiryokusumo as the architect.