Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Sejenak Tilik Pembuatan Mie Lethek

Pernah tutup karena kalah bersaing dengan mie instan, pembuatan mie lethek yang masih tradisional ini kembali bangkit. Digemari tokoh kondang macam SBY dan Obama, serta didukung naiknya tren makanan organik dan faktor sejarah, pabrik bahan kuliner khas Yogyakarta itu mencoba mereguk kembali kejayaan. Proses produksi yang masih konvensional menjadi salah satu tantangan walau itu justru menarik bagi sejumlah kalangan.

Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Cerita Tentang Kopi Dan Kereta

Pagi itu jam menunjukkan delapan kurang lima belas saat kereta Malioboro Ekspress beranjak meninggalkan Stasiun Yogyakarta menuju tujuan terakhir Stasiun Malang. Selain penumpang dan petugas kereta, ada dua orang lain yang berada dalam perjalanan itu. Mereka bukanlah penumpang biasa melainkan dua orang barista yang bertugas meracik minuman kopi kepada para penumpang secara gratis.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Taman Tino Sidin, Mengenang Sang Maestro (Guru) Lukis.

“Ya, bagus”, seru lelaki bertopi baret itu kepada beberapa anak yang sedang melukis. ”Jangan takut. Teruskan saja”, lanjutnya. Kalimat ini tak asing bagi mereka yang mengalami masa kecil di era 1970-1990an. Tayangan televisi berdurasi setengah jam tersebut seolah menjadi tontonan wajib anak-anak di masa itu. Saat itulah seminggu sekali anak-anak duduk manis ndomblong di depan layar kaca.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Mengintip Dapur Mobil Hias Yogya

Dahulu Alun-Alun Selatan Yogyakarta bukanlah tempat favorit untuk menghabiskan waktu luang. Kala itu kehidupan malam di sana hanya hadir dari sejumlah pedagang barang bekas, warung angkringan, dan anak-anak muda yang nongkrong tanpa alasan jelas. Penerangan yang ada hanya berasal dari  temaram lampu jalan dan lampu kendaraan yang melintas. Suasana remang-remang ini tak jarang memancing terjadinya hal-hal tak pantas.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Manusia Ramadhan

Ramadhan datang, umat senang.  Jalanan riuh, masjid pun penuh. Untuk ke sekian kalinya bulan nan suci itu datang berkunjung. Tak salah memang jika ia disebut bulan penuh berkah.  Manusia menyambutnya dengan suka cita. Lapar dan dahaga justru menjadi hikmah. Perut kosong maka darah mengalir deras ke kepala, membuat pemiliknya berpikir lebih leluasa. Rasa lapar juga ajang bagi manusia melatih empati atas sesamanya yang kekurangan.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Masjid Kampus UGM, Sebuah Hikayat dan Ruang Bagi Perbaikan.

Bernama asli Masjid Jamaah Shalahuddin, namun ia lebih dikenal dengan Masjid Kampus (Maskam) UGM, merujuk pada lokasinya yang berada di tengah-tengah kompleks Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ia dibangun dalam rangka memperingati ulang tahun ke 50 institusi pendidikan tinggi tersebut yang jatuh pada tahun 1999. Tempat ibadah ini sendiri mulai dibangun pada 21 Mei 1998, tepat ketika Presiden Soeharto turun dari jabatannya setelah mendapatkan tekanan hebat dari dalam negeri atas krisis yang melanda Indonesia.

Mengecap Perjuangan Senyap Sang Republik

Bisa dimaklumi jika nama Roebiono Kertopati terdengar asing sebagai pelaku sejarah perjuangan nasional. Gaungnya tenggelam oleh riuh nama tokoh-tokoh kondang yang sosoknya abadi dalam buku sejarah maupun nama jalan seperti Soekarno, Hatta, Soedirman, Gatot Subroto dan lain-lain. Bahkan jika dibanding seperti Tan Malaka, Aidit, Muso, Kartosuwiryo yang masih terdengar lebih familiar terlepas dari percikan kontroversi kalau tak mau dibilang antagonis.

Demi Jalan Sunyi Si Istimewa

Tengah siang baru saja lewat saat Citra Dewi Kasyanti tengah memakaikan sepatu pada sang buah hati, Rizki Charlie. Itu bukan sepatu biasa melainkan sepatu yang dirancang khusus untuk menopang kaki. Rizki baru saja mengalami hari yang melelahkan sedari pagi. Selama beberapa jam bocah 5 tahun tersebut harus menjalani beberapa terapi untuk melatih kemampuan fisiknya. Kebetulan hari ini ia mendapatkan sesi Terapi Okupasi. Rizki adalah salah satu pasien Griya Bunda Novy, sebuah klinik fisioterapi bagi anak berkebutuhan khusus yang berada di Yogyakarta.