Festival Egrang, Membangun Indonesia Dari Pinggiran


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Wawan tampak sedikit tegang. Ia sudah biasa bermain egrang tapi kali ini sama sekali berbeda. Hari itu adalah kedua kali ia menaiki tongkat bambu yang sangat tinggi, 2 meter tepatnya. Namun ditonton banyak orang adalah tantangan utamanya. Rasa tak nyaman memuncak ketika giliran kelompoknya berada di performance area.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Limun Oriental, Setitik Asa Legenda Rasa Melawan Masa

Rumah bergaya campuran Belanda-Tiongkok itu terbaring di Jalan Rajawali Utara. Tepatnya di belakang Rumah Tahanan Lodjie yang dulunya merupakan benteng karya Belanda bernama Fort Peccalongan. Keduanya masih berada di wilayah Jetayu alias kota lama Pekalongan, Jawa Tengah.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Telisik Kampung Canting Batik

Ada alasan tersendiri julukan Kota Batik tersemat pada Pekalongan. Fesyen warisan budaya nusantara itu diproduksi besar-besaran di wilayah pesisir utara Jawa ini. Tak ada angka pasti, namun beberapa rujukan menyebut lebih dari 50% batik yang beredar di Indonesia dibuat di Pekalongan, belum termasuk yang diekspor.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Asa Seabad Kereta Api Indonesia

Aroma campur baur itu mengudara, menusuk relung hidung. Keringat manusia beradu dengan asap rokok, sampah pesing dan bau tak sedap lainnya. Kala itu saya adalah salah satu penumpang di gerbong ekonomi kereta Gaya Baru Malam Selatan menuju ibukota. Saya sendiri duduk berhimpitan di lantai bordes dekat toilet yang juga dipakai untuk duduk penumpang.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Taman Tino Sidin, Mengenang Sang Maestro (Guru) Lukis.

“Ya, bagus”, seru lelaki bertopi baret itu kepada beberapa anak yang sedang melukis. ”Jangan takut. Teruskan saja”, lanjutnya. Kalimat ini tak asing bagi mereka yang mengalami masa kecil di era 1970-1990an. Tayangan televisi berdurasi setengah jam tersebut seolah menjadi tontonan wajib anak-anak di masa itu. Saat itulah seminggu sekali anak-anak duduk manis ndomblong di depan layar kaca.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Destinasi Pelesir Kondang Negeri Ginseng 2017

Bukan rahasia lagi sebuah film atau tayangan layar kaca berperan tak sepele dalam promosi wisata satu tempat yang menjadi lokasi suting tayangan tersebut. Sebut saja dua drama korea populer di 2017 ini Descendant of The Sun dan Goblin (Guardian: The Lonely and Great God) yang turut menjunjung pamor sejumlah tempat di Korea Selatan dan menjadi tren turisme negeri ginseng tersebut. Mari intip beberapa di antaranya.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Festival Pegon, Berlebaran Di Atas Gerobak Sapi

Jam 7 pagi Desa Sumberrejo masih tampak seperti biasa. Namun tak lama kemudian kemeriahan mulai menyelimuti desa kecil di Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur tersebut. Keriuhan berasal dari depan balai desa, tepatnya puluhan pegon atau gerobak bertenaga sapi yang datang dari beberapa desa sekitar untuk berpartisipasi dalam acara Festival Pegon.


Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Mengintip Dapur Mobil Hias Yogya

Dahulu Alun-Alun Selatan Yogyakarta bukanlah tempat favorit untuk menghabiskan waktu luang. Kala itu kehidupan malam di sana hanya hadir dari sejumlah pedagang barang bekas, warung angkringan, dan anak-anak muda yang nongkrong tanpa alasan jelas. Penerangan yang ada hanya berasal dari  temaram lampu jalan dan lampu kendaraan yang melintas. Suasana remang-remang ini tak jarang memancing terjadinya hal-hal tak pantas.