Menantang Diri Sendiri : Momen Terbaik 2016

Setelah beberapa waktu, tantangan sesungguhnya dalam berkarya secara mandiri baru terasa di  2016. Nir atasan atau bawahan, menciptakan tantangan bagi pribadi adalah tantangan itu sendiri. Beberapa kali saya merasakan hidup dalam garis datar, tiada tanjakan, turunan, atau bahkan belokan. Ketika garis datar itu terasa artinya lonceng waspada telah berbunyi. Sejumlah agenda perjalanan maupun mencari ilmu yang sudah direncanakan juga belum terwujud. Tahun yang keras, sungguh. Namun demikian sejumlah foto yang menggambarkan momen terbaik di 2016 tetap tersaji.

***

Kidung Rahayu Dalam Bait Doa

Para kerabat dan abdi dalem Keraton Surakarta sedang berkumpul dalam prosesi pembacaan doa sebagai bagian dari Mahesa Lawung. Upacara tradisi ini merupakan salah satu yang terunik yang pernah saya ketahui. Pertama, penggunaan kerbau sebagai simbol penting sementara hewan bertanduk ini tak punya status khusus dalam budaya Jawa. Kedua, dalam prosesi doa itu sendiri menggunakan doa dalam tiga agama, Hindu, Kejawen dan Islam. Sebuah penghormatan bagi tiga kepercayaan tersebut yang telah mewarnai kehidupan masyarakat Jawa. Selengkapnya disini.

 ***

Gerhana

Maret 2016, Indonesia mendapat kesempatan untuk menyaksikan momen istimewa berupa gerhana matahari, sebagian wilayah bahkan terekspos gerhana matahari total. Rangkaian foto gerhana matahari sebagian ini saya ambil di kawasan Planetarium Bosscha, Lembang, Bandung. Istimewa bagi saya karena gerhana matahari pertama yang saya saksikan secara langsung.

***

Mengetuk Pintu Laweyan

Laweyan kondang dengan batiknya. Namun justru pintu-pintu rumah yang menarik perhatian saya pertama kali saat saya berkunjung. Selain bentuk dan warnanya yang unik namun juga fitur ‘pintu dalam pintu’ mengungkap cerita tersendiri. Percayalah, Laweyan bukan sekedar batik. Selengkapnya disini.

 ***

Bekonang

Ini adalah cairan ampas tebu yang difermentasikan menjadi alkohol. Saya mengambil gambar tersebut di sebuah rumah sekaligus industri alkohol skala kecil di desa Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah. Nama Bekonang cukup kondang di kalangan penggemar minuman beralkohol. Namun kini nyawa Bekonang kini meregang. Takdirnya bernasib sama seperti kreasinya, dibenci namun dicari, dicela namun dicinta. Selengkapnya disini.

***

Cekungan Bandung

Foto ini diambil dari perbukitan di sisi utara Bandung sementara yang nampak adalah pusat kota dan wilayah perbukitan di sisi selatan. Bandung telah lama kondang dengan lanskapnya yang menyerupai mangkok karena dulunya ia adalah bekas danau vulkanik purba.

 ***

Menjamah Belakang Rumah

Malam itu langit cerah dan menyingkap gugusan Bimasakti. Saat itu salah satu ‘kaki’ sang galaksi tengah ‘menapak’ di puncak Merapi. Menggapai Merapi artinya menunaikan kewajiban menjamah halaman belakang rumah. Selengkapnya disini.

 ***

Jalan Sunyi Si Istimewa

Foto ini diambil di sebuah klinik fisioterapi bagi anak berkebutuhan khusus Griya Bunda Novy di Yogyakarta. Ada banyak cerita menyentuh di tempat ini. Selengkapnya disini.

 ***

Perjuangan Senyap

Foto suasana di salah satu ruangan koleksi mesin kriptografi Museum Sandi, Yogyakarta. Roebiono Kertopati memang tak setenar tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan lainnya yang namanya abadi dalam buku pelajaran atau nama jalan. Bukan apa-apa. Perjuangan yang ia pilih memang menuntut jalan senyap. Selengkapnya disini.

***

Blangkon Serengan

Boleh jadi Serengan adalah contoh kampung yang menarik namun rendah hati. Keberadaannya dengan ciri khas sebagai kampung blangkon bisa dibilang cukup jarang terendus radar publikasi. Namun Serengan seolah tak peduli karena setidaknya bagi mereka saat ini denyut utama kampung ini adalah blangkon, identitas kultur dan sosial sekaligus penggerak ekonomi utama. Selengkapnya disini.

 ***

Kado Akhir Tahun

Beberapa hari menjelang bergantinya tahun 2016, Malioboro mendapatkan sebagian wajah baru yaitu hadirnya pedestrian yang lebih nyaman. Sebelumnya sepanjang jalur pejalan kaki ini banyak diokupansi oleh parkir motor dan pedagang. Kini menanti itikad baik pengunjung kawasan legendaris di Yogyakarta itu merawat kado akhir tahun mereka.

6 Comment

  1. gegara postinganmu, aku pengen ke mahesa lawung. dan sekarang, aku pengen naik gunung. haha.
    milky way, syahdu

    1. Ga kapok kan keracunan. ahahah…

  2. kalau saya tetep malioboro itu yang terbaik hahaha Jogjess mas penuh kenangan

    1. tapi sebenarnya kalao buat saya yang orang jogja sebenarnya males ke malioboro

      1. sama kali mas, macetnya yg bikin males hehe

  3. bagus ia penampakan Galaksi di Gunung Merapi nya ….
    Seakan seriusan di antariksa … wkwkkw

What's on your mind