Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/vhosts/alfianwidi.com/httpdocs/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 400

Lawatan Ke Bumi Pandhalungan (bag. 1)

Saya tengah berkelebat di daerah Sumuran sambil mencuplik kenangan setahun silam. Kala itu di lokasi yang sama bau wangi memenuhi relung hidung dan memaksa saya melambatkan laju roda dua demi menikmatinya lebih lama. Semerbak tersebut berhulu dari deretan gudang pengeringan daun tembakau yang berjajar di sepanjang jalan. Tak sulit menemukan bangunan besar memanjang yang terbuat dari bambu dan kayu itu di pinggiran Jember. Nampak pula iringan truk dan mobil bak terbuka hilir mudik keluar masuk area gudang pengeringan. Hingar.

Kampong Blangkon Serengan, At Glance (Secuplik Tentang Kampung Blangkon Serengan)

Serengan Quarter located on south side of city of Solo, Central Java,  might not as popular as other urban settlement such as Kauman or Laweyan. However, the narrow alleys and crowded houses presents an interesting story. The dense region is known as Kampong Blangkon, a nickname for place-based community which many of the resident make a living as blangkon artisan. Blangkon is traditional javanese headdress worn by men and made of batik fabric.

Demi Jalan Sunyi Si Istimewa

Tengah siang baru saja lewat saat Citra Dewi Kasyanti tengah memakaikan sepatu pada sang buah hati, Rizki Charlie. Itu bukan sepatu biasa melainkan sepatu yang dirancang khusus untuk menopang kaki. Rizki baru saja mengalami hari yang melelahkan sedari pagi. Selama beberapa jam bocah 5 tahun tersebut harus menjalani beberapa terapi untuk melatih kemampuan fisiknya. Kebetulan hari ini ia mendapatkan sesi Terapi Okupasi. Rizki adalah salah satu pasien Griya Bunda Novy, sebuah klinik fisioterapi bagi anak berkebutuhan khusus yang berada di Yogyakarta.