Because Sumedang Is Just More Than Tahu (Karena Sumedang Lebih Dari Sekedar Tahu)

It’s early in the morning when Nurhuda and I ride our motorbike from Bandung to avoid the morning commute. Thank God the lucky is on us. An hour later we reached our destination in Gunung Puyuh region, Southern Sumedang. It’s a unique house. Instead of a flat land, the wooden house actually built on the slope of a hill. Our host also a friend, Ismi Rinjani Adriani greeted us with hot tea, tahu Sumedang and lontong. The owner of Rumah Baca Imajinasi library gave us some spot options to explored. Huda and I agreed two of them and soon our bag are on our back.

Gede 2958, Di Atas Awan Kita Kan Menang

Gunung Gede dengan ketinggian 2958 mdpl mungkin gunung di Jawa yang paling ramai dikunjungi baik wisatawan biasa atau pecinta aktifitas mendaki gunung. Maklum saja, bersama si tetangga Gunung Pangrango, mereka adalah gunung terdekat dari ibukota Jakarta. Tapi jujur saja, Saya kurang suka dengan rute trekkingnya. Selain minim pemandangan, di awal rute medannya bebatuan yang dipasang secara sengaja oleh pengelola. Maksudnya sih baik, supaya gak becek ketika hujan. Tapi karena permukaannya tidak rata justru bikin sakit kaki, terutama saat turun. Itu rute dari Cibodas. Saya belum tahu kalo rute dari Gunung Putri atau Selabintana.