Manusia Ramadhan

Ramadhan datang, umat senang.  Jalanan riuh, masjid pun penuh. Untuk ke sekian kalinya bulan nan suci itu datang berkunjung. Tak salah memang jika ia disebut bulan penuh berkah.  Manusia menyambutnya dengan suka cita. Lapar dan dahaga justru menjadi hikmah. Perut kosong maka darah mengalir deras ke kepala, membuat pemiliknya berpikir lebih leluasa. Rasa lapar juga ajang bagi manusia melatih empati atas sesamanya yang kekurangan.

The Corners of The Independence (Sudut-Sudut Kemerdekaan)

One of the icons of the city of Jakarta and the largest mosque in South East Asia both in structure and capacity at the same time. Stands out with its 45 meters diameter dome, supported by 12 huge columns, has 4 levels of balcony, the mosque able to accomodate congregation up to 120.000 people. Designed in 1954 by a christian architect from North Sumatra, Frederich Silaban, and innagurated in 1978. Istiqlal itself is located right across the Cathedral Church. Istiqlal meaning “independence” is a reminder of Indonesia’s struggle for national independence as well as a symbol of religious tolerance.

FGIM, Kerja Bakti Mencerdaskan Negeri

“Hai adik-adikku di Sangihe

Perkenalkan nama kakak Andre. Kak Andre bekerja sebagai tukang poto di Jakarta, ibukota negeri kita Indonesia. Kak Andre suka moto pantai, gunung, sawah dan pemandangan indah lainnya. Sudah banyak tempat di Indonesia yang Kak Andre datangi dan tahukah adik-adik, negeri kita ini sangat indah lho. Kakak belum pernah datang ke Sangihe, dan ingin sekali berkunjung kesitu melihat pemandangan indah yang tiap hari adik-adik lihat disana. Kak Andre juga tak sabar bertemu kalian. Kak Andre punya banyak mainan dan poto-poto negeri kita yang indah ini untuk kalian.

A Cup of Warmth in Tak Kie (Secangkir Keakraban di Tak Kie)

I’m not a coffee lovers. But immediately I felt in love with this coffee shop. A few months ago I came to this place for the first time just to hang out with my friends. Many believe the coffee shop is the oldest in Jakarta, Tak Kie, located on Jalan Pintu Besar Selatan, behind the Gloria shopping area, West Jakarta. For me, Tak Kie is part of the Jakarta’s past glory that still remains.