Keluar Rumah Kala Pandemi

Keluar Rumah Kala Pandemi

Pandemi Covid19 ini bagaikan kiamat kecil bagi mereka yang tak biasa diam di rumah termasuk saya. Apalagi profesi saya sebagai fotografer dan penulis perjalanan memang mengharuskan untuk sering berada di luar. Namun demi kebaikan bersama dan diri sendiri, apalagi memang semua pekerjaan dibatalkan, akhirnya saya mengikuti anjuran stay at home.

Work from home.

Aktifitas yang saya lakukan untuk mengisi waktu seperti memotret sekitar rumah, nonton film, browsing dan membaca buku. Pandemi ini membuat saya mencatatkan rekor, sudah 5 buku ludes. Namun terlalu lama di rumah membuat bosan bahkan cenderung depresi. Ini juga bahaya, imun bisa drop. Rasanya gatal sekali ingin naik gunung seperti waktu ke Merbabu tahun lalu.  Apalagi bawaan orok manusia memang makhluk sosial.

Malioboro Yang Sepi

 

Parangtritis Yang Hampa

Awalnya keluar tak jauh dari rumah seperti belanja sembako, mengambil uang di atm terdekat, atau olahraga keliling kampung. Namun dorongan untuk pergi lebih jauh terus menguat. Setidaknya karena dua hal. Pertama sebagai fotografer ini adalah kesempatan langka melihat dan mengabadikan kota tempat tinggal saya Yogyakarta sepi seolah tak terjamah. Padahal kota ini biasanya selalu ramai terutama berkat geliat wisatanya. Kedua, saya memang ada urusan penting catatan sipil yang harus diurus di kantor pemerintah.

Sejumlah kampung dan desa di Yogyakarta menutup diri.

Di sisi lain, narasi tentang “the new normal” terus menggema. Pandemi ini tak akan hilang dalam waktu dekat. Maka strategi jangka panjang perlu dicanangkan. Pada akhirnya orang-orang akan tetap keluar rumah  meskipun tak sebebas sebelumnya. Intinya, fokus pada apa yang bisa kita kendalikan. Keberadaan Covid19 di luar kontrol kita. Namun mencegah agar tak tertular maupun menulari orang lain jelas dapat dilakukan. Itulah pentingnya memiliki kebiasaan baru berupa protokol sebelum dan sesudah berpergian. Merujuk dari berbagai sumber yang valid, berikut ini beberapa hal yang telah saya lakukan.

Tetapkan Prioritas Berpergian

Jika ada keinginan untuk pergi, saya selalu bertanya pada diri sendiri. Apakah bepergian ini penting atau mendesak? Apakah bisa ditunda atau diganti dengan metode lain? Ini krusial untuk menghidarkan dari berpergian tak perlu yang dapat memperbesar resiko tertular Covid19.

Jaga Jarak

Jika pada akhirnya harus keluar rumah, saya selalu menghindari tempat tertutup dan didatangi banyak orang. Biasanya yang repot terutama saat menjelang Idul Fitri adalah berbelanja. Saya memilih belanja di toko yang sedang sepi dan memilih tak punya baju baru daripada beresiko terkena Covid19 karena berada dalam kerumunan.

Physical distancing pada Solat Isya berjamaah di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta.

 

Mencuci Tangan Menggunakan Sabun

Semakin sering semakin baik. Biasanya saya lakukan sebelum masuk rumah dan setelah berkunjung dari suatu tempat. Sabun lebih efektif daripada hand sanitizer karena kemampuannya membersihkan seluruh tangan hingga ke sela-sela jari berkat bantuan air. Di tas saya selalu tersedia dua botol kecil, sabun cair dan hand sanitizer. Yang disebut terakhir hanya sebagai jaga-jaga jika tidak menemukan air atau tidak memungkinkan memakai sabun saat bepergian

Sterilisasi

Kebiasaan baru lainnya sebelum masuk rumah setelah bepergian adalah menyemprot barang yang saya bawa dengan disinfektan. Tas, dompet dan HP adalah barang wajib disemprot. Demikian juga dengan baju. Oya, kini saya selalu memakai baju rangkap dua saat bepergian karena baju juga rentan ditempeli oleh virus. Baju terluar dilepas sebelum masuk rumah dan langsung masuk mesin cici atau direndam sabun. Setelah itu langsung mandi.

Salah satu kebiasaan baru, melap HP menggunakan alkohol.

 

Tidak Menyentuh Wajah

Tangan adalah ujung tombak kita dalam aktifitas sehari-hari dan bersentuhan dengan begitu banyak permukaan benda yang dapat menjadi tempat virus menempel. Mungkin tidak menyentuh wajah adalah protokol yang paling sulit karena manusia sering melakukannya tanpa sadar. Namun jika terus dibiasakan terus menerus, kebiasaan ini bisa dikurangi secara signifikan dan mengurangi resiko virus masuk dalam tubuh.

Menutup Mulut Saat Bersin Dan Batuk

Cairan kecil (droplet) yang keluar dari mulut sangat berpotensi membawa virus. Pencegahannya dengan menutup mulut saat bersin atau batuk, bukan dengan telapak tangan namun siku tangan bagian dalam. Ini untuk menghindari menyentuh muka dengan tangan.

Menjaga Daya Tahan Tubuh

Konsumsi sayur dan buah saya naik sejak pandemi. Suplemen vitamin dan jamu juga menjadi asupan rutin untuk menjaga kesehatan. Selain itu olahraga meski ringan tetap digalakkan. Istirahat yang cukup a dirutinkan. Porsi bergadang secara drastis dikurangi, jika perlu hilang sama sekali.

Membaca Referensi Kesehatan

Di tengah era banjir informasi, sulit memilah mana berita terpercaya dengan yang tidak. Dalam konteks pandemi ini, informasi yang salah atau hoax dapat berujung fatal berupa nyawa terancam karena tertular Covid 19. Halodoc menjadi salah satu referensi valid untuk urusan kesehatan seperti artikel tentang virus Corona ini. Di apps nya saya menemukan banyak informasi terpercaya seputar menjaga kesehatan diri utamanya di tengah pandemi ini.

Konsultasi dengan dokter secara online dan membeli kebutuhan seputar kesehatan juga dapat dilakukan melalui Halodoc. Bahkan kini Halodoc juga memiliki fitur untuk mengikuti tes Covid19 meski baru di wilayah tertentu. Halodoc bagaikan pelayanan kesehatan all ini one dalam genggaman.

Halodoc, layanan kesehatan dalam genggaman.

Nah itu dia berbagai protokol ‘the new normal’ yang sudah saya lakukan beberapa waktu terakhir. Mari saling menjaga dimulai dengan menjaga diri sendiri dan orang-orang terdekat.

Indonesian-based photographer and story teller
2 comments
  1. di rumah aja memang terkadang membuat bosan, dan jika berlangsung lama dapat membuat depresi. namun semua ini akan jauh lebih baik, daripada kita menjadi seseorang yang akan membahayakan orang tersayang, dengan tidak berdiam diri di rumah. artikelnya informatif banget. btw, dari banyaknya kegiatan dirumah, kegiatan apa yang paling membuang rasa bosen? hehe

    1. semenyenangkan apapun kegiatannya kalau dilakukan terus menerus pasti akan membosankan. brarti harus cari variasi lain dan menemukan keseimbangan. btw trims udah berkunjung. salam kenal

What's on your mind