Cerita Tentang Kopi Dan Kereta

Pagi itu jam menunjukkan delapan kurang lima belas saat kereta Malioboro Ekspress beranjak meninggalkan Stasiun Yogyakarta menuju tujuan terakhir Stasiun Malang. Selain penumpang dan petugas kereta, ada dua orang lain yang berada dalam perjalanan itu. Mereka bukanlah penumpang biasa melainkan dua orang barista yang bertugas meracik minuman kopi kepada para penumpang secara gratis.

Juwanto mewakili Warung Kopi Merapi yang berada di Cangkringan, Sleman, menyajikan Kopi Merapi jenis arabica yang kalem berupa rasa pahit dan asam yang ringan dengan sedikit rasa pedas. Sembari meracik, Juwanto berkisah bahwa kopi yang tumbuh di lereng Gunung Merapi ini sesungguhnya tengah meniti kebangkitan setelah para petaninya terpuruk akibat letusan si gunung berapi pada 2010 lalu.

Baca juga : Merapi, Menjamah Halaman Belakang Rumah

Saat itu letusan vulkanis menyisakan hanya 80 hektar dari sebelumnya 500 hektar lahan pertanian dan menghancurkan fasilitas pengolahan kopi milik petani. Akibatnya hanya sedikit warga sekitar yang bertahan menjadi petani kopi. Namun tren minum kopi yang tengah naik daun dalam lima tahun terakhir membawa harapan baru. Ladang kopi mulai dibuka, dan beberapa warga mulai turun tangan menjadi petani kopi. Kini Kopi Merapi mulai dikenal setidaknya dalam lingkup regional.

Foto bersama kru kereta sebelum berangkat.
Persiapan meracik kopi di gerbong restorasi.
Menyeduh di atas kereta yang bergoyang memberi tantangan tersendiri.
Prami mengumumkan kegiatan minum kopi gratis kepada penumpang kereta.

Sementara itu Maulana menghadirkan Kopi Gimbo jenis robusta yang bercita rasa lebih ekspresif berupa pahit yang cukup kuat, sedikit rasa kacang dan aftertaste asam yang bertahan lama. Maulana sendiri mewakili sebuah kedai kopi bernama sama dengan kopi yang ia bawa. Gimbo adalah nama asal kopi tersebut, sebuah wilayah di Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan. Menurut penuturan Maulana, sang pemilik kedai berasal dari daerah tersebut dan ayahnya adalah petani kopi Gimbo. Dua generasi berada di hulu dan hilir kultur kopi.

Sepanjang perjalanan kedua barista tersebut menyajikan tak kurang dari 100 cup kopi di atas Malioboro Eskpres. Beberapa penumpang bahkan memilh datang langsung ke gerbong restorasi tempat mereka menyeduh untuk tahu lebih jauh tentang kopi yang disajikan. Obrolan seru bahkan terjadi saat mereka bertemu salah seorang penumpang yang rupanya pecinta kopi sejak lama. Bukan hanya penumpang, petugas di kereta maupun di beberapa stasiun yang dilewati juga mendapatkan kesempatan menyicip kedua jenis kopi itu.

Pukul 15.30 kereta tiba di Stasiun Malang. Di tempat tersebut juga sedang berlangsung kegiatan bagi-bagi kopi gratis kepada calon penumpang. 6 orang barista mewakili beberapa kedai di Malang membagikan minuman kopi sesuai dengan jenis kopi masing-masing. Bersama dengan Maulana dan Juwanto, mereka sesungguhnya merupakan bagian dari 200 barista yang berpartisipasi dalam acara Ngopi Bareng KAI 2018 yang dihelat di 40 perjalanan kereta dan 13 stasiun di 11 kota  yaitu Jakarta, Bandung, Cirebon, Tegal, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang dan Jember. Selama 2 hari, 30 dan 31 Januari 2018, PT Kereta Api Indonesia melalui anak perusahaannya PT Reska Multi Usaha bekerjasama dengan Komunitas Kopi Nusantara membagikan 50000 cup kopi kepada penumpang dan calon penumpang di tempat-tempat yang telah ditentukan tersebut.

Penumpang pertama yang mendapatkan secangkir kopi di atas kereta Malioboro Ekspres
Berkuliah di Yogyakarta, dua penumpang ini juga mendapat kesempatan minum kopi gratis.
Dengan KAI Access, penumpang ini memesan tiket kereta dan mendapatkan segelas kopi gratis.
Obrolan seru antara barista dengan seorang penumpang.

Acara yang baru pertama kali dihelat ini menuai antusias dari masyarakat khususnya pengguna jasa kereta. Seperti yang diungkap oleh Adnan, salah satu penumpang kereta yang mendapatkan secangkir kopi Jimbo di atas perjalanan, “Kombinasi antara kereta dan kopi adalah sesuatu yang unik dan tak terpikir sebelumnya, terutama ini baru pertama.  Apalagi kopi yang disajikan bukan kopi sachet yang biasa dijual di warung melainkan kopi yang diracik langsung oleh pakarnya. “

Menurut Direktur Utama PT Reska Multi Usaha, Muhammad Sahli, “Ngopi Bareng KAI” ini memiliki beberapa tujuan. Yang paling utama adalah bentuk apresiasi pada kepercayaan masyarakat yang telah menggunakan jasa layanan kereta api khususnya Reska yang identik dengan kuliner. “Selain itu juga menjadi ajang promosi aplikasi pemesanan tiket resmi milik PT. KAI yaitu KAI Access,” lanjutnya.

Semerbak wangi memenuhi gerbong kereta saat bubuk kopi beradu dengan air panas.
Mencoba menyeduh kopi menggunakan saringan V60.
Membagikan kopi gratis pada penumpang kelas Eksekutif.
Membagikan kopi gratis pada penumpang kelas Ekonomi AC.
Petugas kereta juga mendapat kesempatan menyicip kopi gratis.

Sementara menurut Wisnu Birowo, salah satu pegiat Komunitas Kopi Nusantara, bagi-bagi kopi gratis ini adalah kesempatan untuk lebih mengenalkan kopi nusantara kepada masyarakat. “Walaupun secara produksi kita masih peringkat empat, tapi Indonesia merupakan negara yang paling banyak memiliki varian kopi yang juga sering disebut single origin. Kekayaan luar biasa ini harus terus disebarluaskan”.

Baca juga : Asa Seabad Kereta Api Indonesia

Diracik oleh para barista lokal yang mewakili kedai kopi masing-masing, acara Ngopi Bareng KAI juga menjadi wadah yang tepat untuk mempromosikan produk lokal kepada masyarakat. Yang tak luput, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kebiasaan minum kopi sehat yaitu tanpa gula. “Manis dari gula itu sesungguhnya merusak rasa asli kopi. Padahal masing-masing kopi memiliki keunikan rasa tersendiri. Manis yang berlebihan juga dapat meningkatkan kadar gula dalam tubuh yang berpotensi menyebabkan penyakit diabetes”, imbuh Wisnu.

Ketika acara ini berakhir, panitia menyatakan telah membagikan sebanyak 53518 cup kopi kepada masyarakat. Pencapaian melebihi target ini menunjukkan animo yang positif. Wajar jika ada harapan acara serupa kembali hadir di lain waktu.”Lebih banyak kota, stasiun, perjalanan kereta. Dan tentu saja lebih banyak barista dan kopi nusantara yang terlibat di dalamnya. Itu harapan kami untuk even berikutnya. Semoga terlaksana”, tutup Wisnu.

Kegiatan Ngopi Bareng KAI 2018 di Stasiun Malang.
Salah satu jenis kopi bernama unik yang dibagikan di Stasiun Yogyakarta.
Salah seroang barista peserta Ngopi Bareng KAI di Stasiun Yogyakarta.

Indonesian-based photographer and story teller
2 comments
  1. Ramai banget acara yang dikemas PT KAI ini. Banyak banget dan antusias kelihatannya. Kemarin hanya memantau dari sosmed aja ahahhahah

    1. Kudune sampeyan melu kok

What's on your mind