The New Chapter : The Best Moment In 2015 (Semangat Baru)

Many events took place in 2015. The most memorable was the born of the new center of universe, my baby. As his presence, a new challenge yet spirit has emerged. In other side, my understanding of photography become deeper than before. Instead about the camera and other technical terms, it’s actually about how to master the patience, aware to detail and moment, endure the persistence, find different perspective, communicate with people, respect the nature and many more. For those who have a passion about life, photography provide almost everything beyond our imagination.

Banyak peristiwa yang saya alami di 2015 yang  belum lama berlalu. Namun satu yang paling membekas untuk seterusnya bagi saya yaitu lahirnya pusat alam semesta yang baru, seorang anak. Kehadirannya menjadi tantangan sekaligus semangat yang baru. Di sisi lain saya semakin sadar bahwa dunia fotografi yang saya geluti lebih dari sekedar urusan menekan rana. Fotografi adalah perkara bagaimana melatih kesabaran, jeli menangkap peluang, tidak mudah menyerah, melihat sudut pandang yang berbeda, membuat orang lain nyaman, menghargai alam dan masih banyak yang lain. Bagi yang sungguh-sungguh belajar, fotografi adalah ilmu kehidupan.

***

New Home

Rumah Baru

1

 

It was a lucky shot actually. January 2015, a week full of rainy and cloudy sky before. But suddenly there was something different that day. My insting told me to grab my camera and flew to a promising spot. Voilaa..!! The gloomy sky miraculously changed to a dramatic view only in three hours. The photo also symbolically marked my new stage of life in early year, Bandung is my new neighbourhood officially after last 5 years spent my age in Jakarta.

Sebenarnya ini adalah keberuntungan. Januari 2015 dan hampir seminggu terakhir selalu turun hujan, setidaknya awan mendung menggelayut. Namun tiba-tiba sore itu ada yang berbeda maka saya pun segera mengambil kamera dan melarikan diri ke tempat yang kira-kira memungkinkan. Tadaaa…!! Siapa sangka jam 3 sore masih mendung lalu 3 jam berikutnya muncul warna-warni seperti ini. Di sisi lain foto ini juga simbolis bahwa Bandung menjadi rumah baru setelah meninggalkan Jakarta yang telah saya diami selama 5 tahun.

***

An Equality

Teman Setara

2

 

It’s interesting to know an unique link between teenagers who lived in modern city like Jakarta and their maid. I was on my assignment from Kampung Halaman Foundation during their workshop “Teman Remaja Teman Setara”. It’s about how the young spot their maid from an equality, the humanistic view and this was one of it.

Menarik saat saya melihat sebuah hubungan unik terjalin di tengah-tengah kota besar seperti Jakarta, antara seorang anak dan pembantu rumah tangga di rumah orang tuanya. Saat itu saya sedang membantu sebuah kegiatan yang diadakan oleh Yayasan Kampung Halaman bertema Teman Remaja Teman Setara. Ini tentang bagaimana remaja melihat PRT di rumah mereka dari sisi yang setara, sisi humanis dan ini adalah salah satu hasilnya.

 ***

The Darkness That Gives A Light

Gelap Yang Menerangi

3

 

Positively Indonesia is my initiative to appoint more inspirational story about the country. I found one of my object as I met these brilliant guys who create their work in the sake of humanity. It’s how the big-hearted blind able to do something bigger than you can imagine. Personally, a counterwork to a stigma given by community. Above all, it’s how the darkness gives a light. Read their story here.

Positively Indonesia adalah sebuah ikhtiar kecil saya untuk lebih banyak mengangkat sisi baik negeri ini. Gayung bersambut saat saya berkenalan dengan anak-anak muda kreatif yang berkarya demi kebermanfaatan bagi sesama. Bagaimana mereka yang mengalami gangguan penglihatan mampu berbuat lebih besar dari yang dibayangkan. Secara pribadi sekaligus upaya untuk menghapus stigma yang terlanjur ditempelkan oleh masyarakat. Bagaimana mereka yang mengalami kegelapan justru menjadi penerang bagi yang lain. Baca kisah mereka disini.

***

The Class

Kelas Warna-Warni

4

 

It’s an initiatitve from a friend, Ismi Rinjani Adriani, to provide learning opportunity to kids on her neighbourhood in Sumedang. A small hut and simple tool are not a barrier to share knowledge and value of life. Well, world is luck to have inhabitant like her.

Adalah sebuah langkah kecil dari seorang teman Ismi Rinjani Adriani, untuk menyediakan kesempatan belajar bagi anak-anak di sekitar rumahnya di Sumedang. Peralatan dan tempat sederhana bukan penghalang baginya untuk menanamkan pengetahuan dan nila-nilai moral. Dunia beruntung memiliki penghuni sepertinya.

***

A Prestige

Pencapaian

5

 

It’s a long and winding road to reach the sanctuary but it’s worthed. Yet what makes the picture so special for me is not the place itself. A dream come true when I found the picture appears in the top class media such National Geographic, even as the front cover. Priceless.

Perjalanan ke tempat ini begitu panjang tapi sepadan. Namun yang menjadikan gambar istimewa bagi saya bukan tempat itu sendiri. Foto ini telah mewujudkan salah satu mimpi yaitu karya saya tampil di media sekelas National Geographic, bahkan menjadi sampul halaman depan. Bangga tak terkira.

***

Educating Indonesia by Visual

Cerdas Melalui Visual

6

 

This is a small residential room which transformed as a studio for Visual Cerdas Indonesia. Inda Ariesta collaborated with Nathania Tifara Sjarief run the initiative as an expression of discomfort. Today’s Indonesian graphics design which they mastered exclusively serves certain class. Meanwhile the formal education do not provide an ideal condition for early-aged student. So this is the action from the dynamic duo to kick up the problem. Find their story here.

Ini adalah penampakan sebuah kamar yang disulap menjadi studio bagi Visual Cerdas Indonesia. Inda Ariesta menjalankan Visual Cerdas Indonesia berkolaborasi dengan Nathania Tifara Sjarief sebagai ekspresi kegelisahan. Ilmu desain grafis yang mereka geluti hanya menjangkau dan melayani golongan tertentu. Di sisi lain sistem pendidikan formal seolah belum memberikan ruang yang luas bagi anak-anak untuk belajar apalagi anak-anak berkebutuhan khusus. Maka inilah aksi kecil tapi nyata yang Inda dan Thania coba wujudkan untuk melampiaskan kegelisahan tersebut. Simak kisah mereka disini.

***

Walk The Earth, Read The Earth

Membaca Bumi Bersama Mata Bumi

7

 

There is a tickling fact the on the rise traveling trend pitifully considered only as having fun activity without any better benefits. To answer the cliche some of the traveling community run themselves with positive act as main theme, one of them is Mata Bumi Community. Actually they are not typical traveling community. Otherwise their basic is geoscience which mostly take place outdoor. The geotrek activity which carried out routinely has a goal to provide basic knowledge of geoscience to community. By having better understanding about earth and nature, the geotrek participants are expected to have more love and care to their home planet. Read my story about Mata Bumi here.

Ada kegelisahan bahwa selama ini kegiatan traveling yang sedang trend seolah hanya identik dengan bersenang-senang. Hingga akhirnya lahir beberapa komunitas yang menautkan aktifitas jalan-jalan yang biasa mereka jalani dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat, salah satunya yaitu Komunitas Mata Bumi. Sesungguhnya Mata Bumi bukanlah komunitas penggiat traveling pada umumnya. Mereka justru berangkat dari aktifitas utama mereka di bidang kebumian yang sering dilakukan di luar ruangan. Kegiatan geotrek pun mereka adakan secara rutin dengan tujuan untuk berbagi ilmu kebumian dasar bagi masyarakat. Dengan mengenal bumi lebih baik muncul harapan peserta geotrek juga akan lebih mencintai dan merawat bumi. Baca cerita saya bersama Mata Bumi disini.

***

Bajingan

Bajingan

8

Once upon a time bajingan always be awaited. But now it become an abusive words. Find out here.

Bajingan yang dulu selalu dinanti kini justru menjadi cacian. Baca ceritanya disini.

***

The Center Of Universe

Pusat Alam Semesta

9

 

Welcome to the world, Baby Bum. Freedom and experience, that’s the only our gift for you.

 Selamat datang di dunia, Sena. Kami hanya bisa menjanjikanmu kebebasan dan petualangan.

***

From Trash to Cash

Dari Limbah Menjadi Berkah

10

 

When the artistic touch mixed perfectly with care of nature, the result is astonishing. From trash to cash. Find out more here.

Dengan sentuhan seni dan semangat pelestarian lingkungan mereka mengubah limbah menjadi berkah. Lihat hasil sentuhan mereka disini.

***

The Daredevils

Penantang Maut

11.IMG_7316_editWM.jpg

It’s a simple example to show that photography is far more than pressing the shutter button. There is a long process behind it. Introducing myself and later elevating my level from a stranger to a comfortable person to talk with. Combined with a small effort to find different perspective and finally the picture created. In total I spent full three days to get the shot. Read the story of the daredevils here.

Ini adalah salah satu contoh sederhana fotografi bukan sekedar tentang kamera. Ada proses panjang dibalik foto ini. Mulai dari memperkenalkan diri dengan para pemain dan membuat mereka nyaman. Dikombinasikan dengan sedikit usaha untuk mencari sudut pandang yang lain, maka terciptalah gambar ini. Total saya butuh tiga hari untuk medapatkan foto ini. Simak cerita mereka disini.

***

Naura

Naura

IMG_9193_editWM.jpg

Recently I was invited by a friend to participate a project about the down-syndrome kids. Naura, this 2 years lovely girl is one of them. The project is still in early stage but it’s already drain my emotion. As addition I also had an opportunity to know at a glance about other kids with special needed, autism, hyperactive, cerebral palsy. They are extraordinary and a gift only for extraordinary people.

Naura, gadis manis 2 tahun ini adalah anak berkebutuhan khusus.. Saat ini saya sedang mengerjakan sebuah project tentang anak-anak down syndrome seperti Naura ini. Project ini adalah sebuah proses yang sungguh mengaduk-aduk emosi. Maka saya hanya bisa mengatakan bahwa anak-anak yang hidup dengan down syndrome, autis, hiperaktif, cerebral palsy dan berbagai kebutuhan khusus lainnya adalah istimewa dan hanya diamanahkan pada orang-orang yang istimewa.

4 Comment

  1. setiawan says: Reply

    Wonderfull

    1. terima kasih. salam kenal

  2. Badai says: Reply

    What a beautiful year you’ve been through! Pengalamannya menambah kekayaan batin, saya iri!

    Semoga tahun ini makin berkilau, bro! 🙂

    1. Each person had their own experience.Thanks anyway.
      Btw gmn project ma SAR nya?

What's on your mind