Memotret Pemandangan (tips)

Seorang teman pernah mengatai saya sebagai penipu. Itu karena dia merasa kecewa ketika berkunjung ke sebuah pantai yang menurutnya pemandangannya jelek. Sedangkan di tempat yang sama, saya dapat menghasilkan foto yang menurutnya bagus, dan foto itulah yang membuatnya ingin berkunjung ke pantai tersebut. Pernah merasakan hal yang sama? Kenapa bisa demikian? Kemungkinan besar karena teman saya tersebut berkunjung di waktu yang salah, ketika musim hujan dimana langit lebih sering tak berwarna cerah. Lalu apa hubungannya dengan memotret pemandangan? Sangat berhubungan sekali. Mari kita mulai dari dasar.

Terlepas dari sebuah karya seni yang sangat subyektif, fotografi tetap memiliki standar umum agar bisa dikatakan bagus. Setidaknya ada 3 hal yang membuat sebuah foto dikatakan menarik. Lighting (pencahayaan), komposisi, dan momen. Foto pemandangan sangat bergantung pada hal yang pertama. Betapa terlalu sering kita melihat foto Gunung Bromo dan selalu bagus. Karena selain pada dasarnya Bromo memang sudah indah dari sananya, (hampir) semua orang memotret Bromo di pagi hari. Saat itulah cahaya matahari menyingkap semua keindahan gunung tersebut. Tapi adakah yang pernah memotretnya di sore hari, atau di musim hujan mungkin?

Itu sebabnya fotografer senior Arbain Rambey pernah mengatakan, foto pemandangan itu selalu tentang lighting, lighting dan lighting. Walau demikian anda tetap bisa mengkombinasikannya dengan permainan komposisi dan momen agar foto lebih menarik dan terlihat berbeda. Saya akan menunjukkan bahkan dari tempat memotret yang sama pun foto pemandangan yang lebih menarik bisa dikreasikan hanya dengan sedikit usaha dan kesabaran. Beberapa waktu yang lalu saya datang ke Candi Plaosan di Klaten, Jawa Tengah, ketika matahari terbit. Disitu saya mengambil posisi di sebuah jalan kecil di sebelah barat candi, berhadapan langsung dengan arah matahari terbit. Mudah diduga saya ingin mengambil siluet dari Candi Plaosan.

Foto pertama dibawah ini adalah foto wajib. Di kalangan fotografer profesional, ini disebut safe shot, yaitu foto pertama yang pasti diambil ketika datang di sebuah lokasi pemotretan. Sebuah foto yang tidak membutuhkan usaha lebih untuk mendapatkannya. Bagi saya foto ini sudah bagus. Elemen utama yaitu cahaya dan bentuk siluet candi berhasil ditangkap dengan baik. Apalagi saya mendapatkan bonus berupa bulatan kuning matahari yang tepat muncul dari balik garis horizon. Penampakan seperti ini biasa disebut dengan ‘kuning telor’. Sekali lagi, karena saya datang di waktu yang tepat. Kini saatnya untuk membuat foto lebih menarik lagi dengan mengkombinasikannya dengan elemen lain.

IMG_6627_editWM
Foto pertama

Di foto kedua saya coba mengkreasikannya dengan momen. Kebetulan candi Plaosan masih sarat dengan suasana pedesaan. Petani berangkat ke sawah atau anak-anak bersepeda ke sekolah sering melintas dan bisa menjadi obyek yang menarik untuk dikombinasikan dengan siluet candi Plaosan. Dengan sedikit kesabaran, sebuah foto yang menarik bisa dihasilkan. Satu hal yang kurang hanyalah obyek anak naik sepeda terlihat agak blur karena rana kamera membuka sedikit lambat. Jangan lupa juga untuk mencoba berbagai posisi agar hasil terbaik bisa didapatkan.

IMG_6679_editWM
Foto kedua

Terakhir, di foto ketiga saya mencoba bermain dengan komposisi. Dalam hal ini, saya mencoba menambahkan obyek lain yaitu daun ketela yang memiliki bentuk yang cukup unik. Dengan beberapa kali eksperimen mengubah sudut kamera dan mengganti obyek tambahan, foto yang menarik bisa dihasilkan. Dapat juga bermain dengan framing, yaitu menggunakan obyek tambahan seolah sebagai bingkai bagi obyek utama.

Selamat mencoba.

IMG_6718_editWM
Foto ketiga

6 Comment

  1. Nice tips mas. Btw, candi Plaosan ini menurut saya adalah salah satu candi paling fotogenik. Mau dekat, mau jauh ternyata tetap cantik kalau difoto. Dan angle-angle pemotretan yang disajikan di artikel ini menarik banget. Memberi ide sudut pandang pemotretan yang lain ….

    1. aansmile says: Reply

      terima kasih sudah berkunjung.
      sebenarnya banyak sekali candi di daerah ini. plaosan “beruntung” karena lokasinya yangpas

  2. salam kenal mas… tips yang sangat menarik…yang sebenarnya saya adalah penggemar candi plaosan…jempol..jempol..jempol

    1. aansmile says: Reply

      salam kenal juga. terima kasih sudah berkunjung. smg gak bosen. he2…

  3. saya termasuk orang yg suka kecewa sama foto yg beda dengan aslinya, an. emang foto tuh ‘nipu’ sih 😀 tapi masalahnya kan apresiasi kita kayak gimana dgn pemandangan yang kita lihat. jadi ya walo kecewa, saya gak jadi nyesel juga sih.

    1. kayaknya lebih sering kecewanya ya. ha2…

What's on your mind