Karena Aku Tak Mau Hidupku Seperti Roda Berputar

“Jangan pernah mengibaratkan hidup kalian layaknya roda yang berputar yang kadang di atas atau di bawah. Mendefinisikan sukses ketika kehidupan kalian berada di atas, dilimpahi banyak harta dan kedudukan yang tinggi namun merasa gagal saat roda kehidupan mengantarkan kalian berada di bawah dengan sedikit harta dan rendahnya kedudukan. Hidup bukan seperti itu. Harusnya kehidupan itu seperti pusaran angin, dibawah ia membentuk lingkaran kecil namun makin keatas pusaran anginnya makin lebar. Itu artinya saat kalian berada dibawah tetaplah berikan manfaat kepada sekitar meskipun lingkaran kebermanfaatan itu masih kecil. Semakin kalian menuju keatas, perluaslah kebermanfaatan kalian kepada sekitar.”

Begitulah nasehat seorang Bambang Winandar, tak lama setelah saya menikah. Saya mengenal beliau yang berprofesi sebagai pekerja seni, karena sama-sama tergabung dalam Gerakan Indonesia Mengajar. Nasehat itu seolah mengatakan bahwa seperti apapun kondisinya, kita tetap bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya jadi teringat kata-kata seorang Muhammad, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.

Saya sendiri memiliki ketertarikan yang sangat besar pada dunia fotografi. Melalui kamera saya bisa mengabadikan berbagai peristiwa yang mungkin terlewatkan oleh mata. Dan pada akhirnya momen tersebut menjadi bisa dikenang kemudian hari. Saya bersyukur karena melalui fotografi saya memiliki gairah untuk menjalani hidup dan juga dari balik lensa saya bisa mengasah kepekaan saya terhadap lingkungan sekitar.

Namun saya berusaha untuk menjadikan fotografi hanya sebatas alat. Karena ada tujuan yang lebih besar di depan sana. Saya bercita-cita mengabdikan diri kepada negeri ini melalui fotografi. Melalui karya beberapa potong imaji, saya ingin berbagi inspirasi dan kabar gembira yang semakin langka di negeri ini. Mungkin saya tak bisa menjadi sumber harapan, tapi saya bisa menjadi penyebar api harapan dan optimisme yang mulai padam, ikut menjaga bangsa ini berani menatap hari esok dengan penuh keyakinan.

Sebagai langkah awal mewujudkan cita-cita tersebut sekaligus bentuk terima kasih terhadap negeri ini, melalui tulisan ini saya ingin menawarkan jasa dokumentasi fotografi kepada siapa saja tanpa dibayar asalkan sifatnya non komersil seperti bidang sosial , kemanusiaan, pendidikan, pelestarian dan yang lainnya. Inilah awal pusaran angin kecil saya. Bermanfaat bagi sesama melalui dunia yang kita cintai. Adakah yang lebih baik dari itu?

_DSC1074

2 Comment

  1. Konsep yang kupercaya adalah bahwa agama kita mengajarkan saat-saat terbaik beramal adalah saat-saat yang paling sempit dalam hidup kita, nilai pengorbanannya akan semakin tinggi. Tetapi perlu diingat bahwa kita perlu mengembangkan diri agar menjadi lapang, dan dengan kelapangan itu semakin banyak ladang-ladang amal yang akan kita tebarkan benih-benih kebaikannya.

    1. Mas Aan says: Reply

      Betooll..

What's on your mind