Greeting The Green Of Bandung-Jakarta (Menyapa Hijaunya Bandung-Jakarta)

Cipaganti, Cititrans, X-trans, Baraya and name it all that shuttle car. So many of them, but still I prefer to travel by train from Jakarta to Bandung vice versa. I just used shuttle car once. Although I wanted to be faster and practical but there are times when I feel more excited during the trip than arrived at the destination.

DSC04654 copy copy

DSC04779 copy copy

Yes, I am a railfans. I enjoy everything about trains. The look, the sound, the movement, the smell. Thanks to my father, a retired employee of national railway company, who often took me to his -full of various things about train- office when I was a kid, who always took me everywhere in Java land by train. Even our house is right in front of train workshop which whinny sound of locomotive humming from inside every day. Usually it feels more tired and longer if using car especially if the traffic were jammed. That’s the reason I always try to take a train every where as long as there is a railway.

DSC04784 copy copy

DSC04775 copy copy

I have passed almost of railway lines across Java and for me the scenic along Jakarta-Bandung route is the best. Since the Cipularang toll road is operated, the travel time between the two cities can be trimmed to just two hours while using train still needs three hours. It allows the four-wheeled vehicles to cross straight over through the valley and hills, while at the same time the train have to swerve following the circular shape of the landscape. But there lies the beauty. The trip from Jakarta, a below 100 meters asl city to Bandung, 700 meters asl, offers teh passengers stunning views. The same thing I could not get when riding the four wheels.

DSC04773 copy copy

DSC04755 copy copy

 

Argo Parahyangan is the name or Serayu the cheap one. From Jakarta take the right side or left side from Bandung since the beautiful scenery often seen from this side. Having one hour departing from Jakarta, after passing Purwakarta station to be exact, the sight begin to appears itself. The green carpet of paddy fields stretching beautifully down there. At some point the watershed or small river flowing were seen. A typical view of the tropical regions such as Indonesia. Since the winding route, the head or tail of the train was clearly visible. It also seen the Cipularang, mocking the iron snake since it was unable to ride fast.

DSC04746 copy copy

DSC04728 copy copy

The stunning scenery also appeared on the left side although it’s rare. Even for me the most breathtaking view along the trip is on the left side. Moments before passed the Cimahi station, right when the train crossing above a long bridge, yes it’s down there. I dont know the name of the place but someday I have to be there. It is my home work to find out how to get there.

DSC04689 copy copy

DSC04662 copy copy

IMG_5791_resize.JPG

For the best view especially for the photography enthusiast, take the trip from Jakarta to Bandung in the morning and afternoon for opposite direction since the direction of the natural light may take a great effect to the images. The best result can be obtained by taking picture through the window of the door since the glass is not coated with anti UV layer that makes look darker like the window next to the seat. Try to explore the entire cars to find the clear one and no glass-crack of course. (Yes, it’s true. That’s our lovely public transport).

When I wrote this, I’m still waiting for the activation of a route which is seems potentially have another awesome secenery, the Sukabumi-Bandung route. Currently the Pangrango Express already serving Bogor-Sukabumi route and early 2014 is planned to extended to Cianjur. Hopefully people who run the company like Mr Jonan and his friends pleased to extend again to Bandung. And if that time comes, I can put on my list another story about a journey which more exciting than arriving at the destination.

***

Cipaganti, Cititrans, X-trans, Baraya dan sebut saja semua nama travel shuttle. Begitu banyaknya namun dari sekian sering melakukan perjalanan Jakarta-Bandung atau sebaliknya, baru sekali saya memakai jasa travel-travel itu. Sisanya kereta adalah langganan saya. Walaupun tentunya ingin lebih cepat dan praktis tapi ada kalanya saya merasakan nikmatnya perjalanan melebihi ketika tiba di tujuan.

DSC04880 copy copy

DSC04751 copy copy

Saya adalah seorang railfans. Saya menikmati setiap hal tentang kereta. Bentuknya, suaranya, getarannya sampai aromanya. Mungkin itu hasil ‘didikan’ ayah saya sejak kecil, seorang pensiunan pegawai perusahaan negara empunya kereta yang sering mengajak saya ke kantornya yang dipenuhi berbagai hal tentang kereta, yang selalu mengajak saya naik kereta kemanapun di tanah Jawa. Bahkan rumah kami pun tepat berada di depan bengkel kereta yang tiap hari dari dalamnya mengeluarkan suara ringkikan si kepala ular besi. Umumnya naik roda empat itu lebih melelahkan dan lama, apalagi kalau kena macet. Itu semua alasan kenapa saya selalu berusaha naik kereta kemanapun sepanjang tujuan saya ada spoorwagen station.

DSC04878 copy copy

DSC04862 copy copy

Hampir semua jalur ular besi di pulau Jawa sudah dilalui dan bagi saya rute dengan pemandangan terbaik adalah Jakarta-Bandung. Sejak adanya jalan tol perjalanan roda empat antar dua kota ini bisa dipangkas sampai hanya dua jam sedangkan dengan kereta butuh tiga jam. Sementara aspal panjang bernama Cipularang itu mengantarkan roda empat melintas lurus menembus bukit dan lembah yang menganga, sepasang besi panjang justru harus melingkar mengikuti bentuk bukit yang berliuk untuk menghindari lembah itu . Namun justru disitu letak kemolekannya. Perjalanan dari Jakarta yang berketinggian dibawah 100 mdpl menuju Bandung yang berketinggian 700 mdpl atau sebaliknya menawarkan pemandangan memukau. Hal yang sama tak bisa saya dapatkan ketika naik roda empat.

DSC04792 copy copy

DSC04842 copy copy

Ular besi itu bernama Argo Parahyangan, atau Serayu kalau mau yang lebih murah. Jika dari Jakarta ambil sisi sebelah kanan, atau sebelah kiri jika dari Bandung karena mayoritas keindahan ada di sisi tersebut. Kurang lebih 1 jam setelah berangkat dari Jakarta, tepatnya setelah melewati stasiun Purwakarta, surga yang saya maksud mulai menampakkan diri. Hamparan sawah dibawah sana dengan bentuknya yang elok sungguh menggoda. Di beberapa titik tampak aliran sungai membelah permadani hijau tersebut. Sebuah pemandangan khas daerah tropis seperti Indonesia. Karena jalurnya yang terus berkelok, di beberapa kesempatan tampak jelas kepala sang ular atau ekornya. Terlihat juga si Cipularang yang seolah mengejek si ular besi karena tak mampu berjalan cepat.

DSC04795 copy copy

DSC04809 copy copy

Meskipun jarang beberapa pemandangan memukau menampakkan diri dari sisi kiri. Bahkan bagi saya pemandangan terbaik sepanjang perjalanan ada di sisi kiri. Beberapa saat sebelum melewati stasiun Cimahi kereta akan melintasi sebuah jembatan panjang. Yak, itu dibawah sana. Karpet hijau yang luas dengan kontur miring dan sebuah sungai kecil membelah di tengahnya. Saya tak tahu namanya. Tapi suatu saat nanti saya harus berada dibawah sana. PR nya sekarang adalah mencari tahu bagaimana cara kesitu.

DSC04786 copy copy

DSC04849 copy copy

Jika ingin mendapatkan pemandangan terbaik terutama buat yang doyan memotret, ambil perjalanan Jakarta ke Bandung di pagi hari dan sebaliknya ambil sore hari karena faktor arah cahaya bisa sangat menentukan hasil rekaman kamera. Jangan memotret dari balik jendela samping kursi karena kacanya dilapisi lapisan gelap pengurang cahaya matahari. Gambar terbaik bisa didapatkan dari balik jendela pintu yang kacanya lebih terang. Tak ada ruginya mencoba menjelajah seluruh rangkaian gerbong untuk menemukan yang bersih dan tak ada retakan kaca tentunya (Yes, it’s true. That’s our lovely public transport).

Ketika tulisan ini dibuat, saya masih menantikan diaktifkannya satu jalur yang sepertinya berpotensi menghasilkan pemandangan keren yang lain, Sukabumi-Bandung. Saat ini ular besi bernama Pangrango Ekspres sudah melayani rute Bogor-Sukabumi dan rencananya awal tahun 2014 diperpanjang sampai Cianjur. Semoga Pak Jonan dan teman-temannya yang menjalankan perusahaan kereta mau memperpanjang rute lagi sampai Bandung. Dan jika masa itu tiba, maka bertambah lagi ke daftar saya sebuah catatan perjalanan yang lebih menyenangkan daripada tiba di tujuan

DSC04788 copy copy

DSC04855 copy copy

8 Comment

  1. hejonya bikin mupeng nih, haha.. boleh lah kapan kapan dicoba, tengkyu infonya om

    1. Alfian W.S (Aan) says: Reply

      halo mas mahargyo, senang bisa berbagi.
      terima kasih telah berkunjung. saya juga suka foto2 mu

  2. Bama says: Reply

    Dulu pas perjalanan ke Bandung dan kembali ke Jakarta dalam rangka memotret foto-foto di atas di bulan apa? Sepertinya timingnya perfect sekali karena beberapa sawah hijau teduh, beberapa mulai kekuningan, dan beberapa malah masih berisi air.

    1. Mas Aan says: Reply

      Itu hasil 2x perjalanan. Bulan desember dan februari

  3. Agung W says: Reply

    lembah yg menghijau dan miring itu namanya lembah padalarang….atau lebih tepatnya bernama lembah cimeta karena sungai yg mengalir dan membelahnya itu bernama sungai cimeta

    1. Halo Agung,
      terima kasih atas informasinya.Salam kenal

  4. Bagusnyaaaa…. Aku harus naik lagi nih Mas. Kamu bisa dapat hijau banget gitu ya. Apa efek kaca jendela keretaku yang buram ya? Hmmmm…. Tapi cakep parah emang jalur keretanya ya Mas 😀

    1. Bandung-Tasik juga bagus. Keliatan Nagreg dari atas. Sisi yg banyak bagusnya sebelah kiri, kebalikan jakarta-bandung yg banyak di sebelah kanan.
      Trik ku waktu itu begitu on board langsung jelajahi semua gerbong buat nyari jendela yg bening. Susahnya kalo naik gopar karena eksekutif/bisnis jendelanya pasti diburemin semua buat nahan panas. kalo ekonomi masih ada jendela yang belum dipasang lapisan gelap. Jadi aku sarankan coba naik yang ekonomi.
      Yang jelas kacanya tanpa lapisan gelap itu di pintu. Cuma harus kucing2an sama petugasnya karena kita ga boleh nongkrong di bordes. Yah, namanya juga usaha. Foto2 ku ini aja kuambil dari 2-4 perjalanan.

What's on your mind