Eskrim Tiptop dan Mesin Waktu Kehidupan

Ratusan tahun yang lalu eskrim adalah makanan mewah yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu. Siapa sangka sekarang ia begitu universal menembus lidah semua manusia. Asalkan sedang tak sakit gigi atau demam, siapapun tak bisa menolak rayuan mautnya yang dingin, lembut dan manis itu. Bicara tentang eskrim di Indonesia, maka hanya sedikit saja yang mampu bertahan di tengah modernitas yang makin menjamur. Cobalah untuk menyempatkan datang ke yang sedikit itu. Terletak di Jalan Mangkubumi, Yogyakarta, kedai eskrim Tiptop, sudah ada sebelum republik ini resmi dilahirkan.

Dibuka pertama kali oleh Lukas Alim Kurnianto pada tahun 1936, dan pengunjung masih bisa menikmati menu-menu eskrim tradisional nan klasik disini. Hard ice cream yang bulat mirip es putar itu menjadi menu utama Tiptop, satu jenis eskrim dalam bentuknya yang paling dasar. Dibuat dari bahan utama kombinasi kelapa, gula telur dan tanpa bahan pengawet, membuat tekstur rasanya lembut dan mencair lama di dalam lidah tanpa meninggalkan rasa pekat. Berbagai varian rasa bisa dicoba, seperti coklat, vanila, rhum dan yang lainnya. Selain itu bermacam bentuk eskrim yang lebih bervariasi seperti banana split, float, snow white bisa juga dicicipi. Menu makanan non eskrim hadir pula untuk bisa dinikmati.

IMG_8581 copy copy IMG_8575 copy copy

Bicara tentang kedai Tiptop, bukan hanya tentang eskrim namun tentang nostalgia kehidupan. Pertama kali memasuki fasad bangunannya saja seolah pengunjung dibawa kembali ke tahun 1970an, masa-masa kejayaannya. Adalah meja kursi gaya lama, ornamen dinding dan lampu klasik yang menjadi alat mesin waktunya. Dulu tepat di samping kedai Tiptop berdiri salah satu bioskop terkenal di Yogyakarta, Ratih, yang sayangnya kini sudah wafat. Dulu bioskop adalah satu-satunya sarana hiburan modern. Waktu itu Tiptop menjadi semacam ruang untuk mengganjal perut bagi penonton bioskop Ratih. Oleh karena itu jam buka Tiptop menyesuaikan dengan jam buka bioskop yaitu jam 9.30-13.30 dan 17.00-21.30 dan tutup di hari minggu. Jam buka ini biasa disebut dengan siesta atau jam tidur siang, karena tutup di siang hari untuk memberikan kesempatan tidur siang bagi para karyawannya. Waktu operasional yang kurang lazim untuk masa sekarang ini masih dipertahankan hingga kini. Jadi bisa dibilang Tiptop adalah salah satu simbol gaya hidup kawula muda kelas menengah keatas di Yogyakarta kala itu.

IMG_8540 copy copy IMG_8531 copy copy

Seiring dengan meredupnya si bioskop, kedai Tiptop pun juga ikut sepi. Namun berkat semangat untuk terus mempertahankan warisan keluarga, kedai eskrim ini masih sanggup bertahan sampai sekarang. Saat ini Tiptop dikelola oleh pasangan suami istri Setiawan dan Susana sebagai generasi ketiga. Dan mereka sedang dalam proses merintiskannya kepada anak-anaknya. Di masa yang serba modern dan canggih, Tiptop mampu bertahan dan bahkan memberikan kesegaran tersendiri bagi mereka yang ingin menikmati keorisinalitas yang semakin susah ditemukan. Masa lalu ternyata bisa menjadi oase tersendiri di masa kini dan Tiptop adalah salah satu media yang tepat untuk bernostalgia mengenang romantisme masa lalu dimana kehidupan masih cukup sederhana dan tak rumit seperti sekarang.

IMG_8573 copy copy

Indonesian-based photographer and story teller
2 comments
  1. Wah tempat eskrim ini punya temenku. Gue kerja ama dia di tempat lain dan katanya memang mau ngembangin bisnisnya lagi.

    1. oya? sempit nian dunia ini. emang dulu kamu kerja dimana ma dia?

What's on your mind